Minggu, 27 Maret 2011

kaidah bagian 2


Contoh-contoh:

1. Ibrahim menunggangi kuda

2. Ismai'l bermain-main dengan kucing

3. Petani memanen gandum

4. Domba memakan buncis dan jelai (sejenis gandum)

5. Aku mendengarkan nasihat

6. Cahaya bersinar di dalam kamar

7. Perahu berjalan di atas air

8. Apakah kamu menyukai perjalanan?


Kita mengetahui pada pembahasan sebelumnya bahwa jumlah mufidah tersusun dari bagian-bagian yaitu kata-kata. Kita akan mengetahui pada pelajaran ini macam-macam kata. Kita katakan:


Jika kita membahas kalimat di atas kita akan mendapati bahwa kata ibrohim, isma'il, dan الفَلاح petani adalah macam-macam penamaan terhadap orang dan kata الحِصَان kuda, القِطٌ kucing, dan الشَاة domba adalah macam-macam hewan, dan kata القَمْح gandum, الفُوْل buncis, dan jelai "الشعِيْر" adalah macam-macam tumbuhan, dan kata الحُجْرَةruangan,السَّفِيْنَة perahu, dan المَاءair adalah macam-macam benda mati, dan adapun النصِيْحَة nasihat, النوْر cahaya, dan السفَر perjalanan, adalah lafadzh-lafadzh yang dengannya dinamakan macam-macam yang lain. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan ISIM (kata benda). Begitupun setiap kata yang digunakan untuk menamakan manusia, hewan, tumbuhan, benda mati dan hal-hal lainnya maka disebut isim.


Kemudian jika kita perhatikan lagi contoh kalimat di atas kita akan mendapati kata: رَكِبَ telah mengendarai, يُدَاعِبُ sedang bermain-main, يَحْصُدُ sedang memanen, dan تَأْكُلُ sedang memakan, semuanya menunjukkan atas suatu pekerjaan pada zaman tertentu. Maka kata رَكِبَ menunjukkan makna pekerjaan pada masa lalu (past tense), dan kata يُدَاعِبُ dan sisanya menunjukkan atas pekerjaan yang sedang dilakukan (present continous tense) atau akan dilakukan (future tense). Oleh karena itu kata-kata ini dinamakan FI'IL (kata kerja)


kemudian jika kita perhatikan lagi kita akan mendapati bahwa kalimat: di dalam فِي" ,di atas "عَلا"، dan apakah "هَلْ" apabila diucapkan sendiri, tidak dipahami makna sempurna. Namun jika dimasukkan ke dalam suatu kalimat, maka akan menjadi jelas maknanya. Setiap kata-kata ini dinamakan dengan HURUF.


KAIDAH:

3. Kata itu ada tiga: Isim, FI'il, dan Huruf

a. Isim: Setiap lafadzh yang digunakan untuk menamakan manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, dll.

b. Fi'il : setiap lafadzh yang menunjukkan suatu pekerjaan pada masa tertentu

c. Huruf : setiap lafadzh yang tidak sempurna maknanya kecuali jika digabungkan bersama lainna (dalam suatu kalimat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar